Senin, 29 Juli 2013

INDONESIAN CYBER ARMY vs BANGLADESH GRAY HAT



BREAKING NEWS

Hacker Ancam Serang
Situs-situs dari Indonesia
"Indonesia tidak berhenti
meretas situs-situs kami."
Pesan terbuka dari peretas asal
Bangladesh, Rotating Rotor. Muhammad Chandrataruna,
Roger Wenas (Sulawesi
Utara) | Senin, 29 Juli 2013,
17:04 WIB
VIVAnews - Komunitas hacker
atau peretas asal Bangladesh menyatakan akan menyerang
situs-situs atau Website di
Indonesia.
Hal itu dikatakan para hacker
pada grup terbuka Bangladesh
GREY HAT Community di situs jejaring sosial Facebook.
Komunitas itu mendiskusikan
secara terang-terangan bahwa
sasaran mereka saat ini adalah
situs-situs Website berasal dari
Indonesia. Di grup itu, para anggota
menumpahkan kekecewaannya
karena banyak hacker asal
Indonesia yang banyak merusak
situs-situs dari Bangladesh.
Rotating Rotor, salah satu anggota group komunitas itu
mengatakan, jika hacker
Indonesia melakukan kesalahan
besar dalam sejarah Internet
mereka.
Mereka juga telah meminta ribuan kali kepada para hacker di
Indonesia untuk berhenti
meretas situs-situs di
Bangladesh, namun menurut
Rotating, permintaannya itu
tidak digubris. "Indonesia tidak berhenti
meretas situs-situs kami. Kali ini
saya akan membawa neraka ke
situs-situs di Indonesia," ujarnya,
saat bincang-bincang dengan
VIVAnews melalui fasilitas chatting di Facebook.
Ia menjamin, kurang lebih 24 jam
orang Indonesia akan melihat
tanda BD Gray Hat di seluruh
dunia maya Indonesia. "Kami
akan melakukan pertunjukan," janjinya.
Saat ditelusuri VIVAnews, tautan
yang diberikan Rotating untuk
melihat bukti keseriusan mereka,
salah satu situs di Indonesia
beralamat pa-bawean.go.id telah berhasil ditembus.
Tak tanggung-tanggung, mereka
meninggalkan jejak bertulisan
"Hacked by Ablaze Ever. BD Gray
Hat Hacker".
Saat VIVAnews mengonfirmasi, Rotating mengatakan, hacker-
hacker asal Indonesia banyak
melakukan aksi secara individu.
"Hacker Indonesia banyak yang
beraksi di luar komunitas,
mereka jarang meninggalkan jejak komunitas mereka. Selain
Bangladesh, mereka juga kerap
meretas situs-situs di Indonesia
sendiri," ujarnya.
Setelah percakapan melalui
chatting di Facebook berkisar 30 menit, Rotating langsung
menghilang dan memblokir akun
Facebook wartawan VIVAnews .

                                     Apakah IDCA akan Membalas ?

0 komentar:

Posting Komentar